Tampilkan postingan dengan label Day By Day. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Day By Day. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 Maret 2012

Kemarin, 28 Maret 2012


Kemarin, 28 Maret 2012…
Tercatat sebagai waktu kelahiranku..
Sekelebat memori di masa lalu tiba-tiba menyeruak.
Kami bertiga, duduk bersama...dengan kue tart dan lilin di meja.
Kami bertiga, bernyanyi bersama.
Kemarin, 28 Maret 2012…
Saat menjelang pergantian menuju tanggal 28, aku memilih terlelap.
Tak ada gairah rasanya.
Sepengecut  inikah diri ini menghadapi sebuah perubahan
Ya, perubahan umur tepatnya, menjadi 23.
Mendadak gelisah.
Namun niat terlelap tak berjalan mulus rupanya.
Jelas saja, terbangun sesaat oleh pesan singkat dan telepon yang bernada sama, Selamat Ulang Tahun.
Harusnya aku lega dan bahagia, tapi nyatanya sesekali aku tersenyum kecut.
Sudahlah, aku harus bahagia.
Aku mendoktrin otakku yang kadang kelewat sinting ini.
Kemarin, 28 Maret 2012…
Euforia ulang tahun masih berlanjut hingga pagi.
Aku terbangun oleh sebuah kiriman melodi. Petikan gitar. Sesuatu yang baru pertama aku terima…
Mataku menerawang sesaat. Apa yang akan kulakukan hari ini? Berbahagia. Harus.
Aku pun bangkit dan memulai perjudian dengan waktu.
Aku spontan keluar dari singgasanaku, spontan juga bermain air sungai di atas gunung.
Dingin, aku tertawa lepas. Berusaha selepas-lepasnya. Hingga kewalahan.
Kemarin, 28 Maret 2012…
Aku menerima gambar diriku. Mataku berbinar. Sekali lagi senyumku tersungging.
Malam ini harus tetap bahagia, pikirku.
Lagi-lagi dengan spontan aku menunjuk ke arah pasar malam yang aku lewati.
Kita naik itu ! Bianglala, ah semoga muat.
Benar saja, aku berhasil menaikinya. Sepertinya baru pertama kali.
Aku tertawa dan sesekali menjerit ngeri, lepas.
Dan hariku hampir usai. Tampaknya aku berhasil menunaikan kewajibanku untuk berbahagia.
Terimakasih untuk semuanya.
Namun, di satu waktu aku kembali merenung.
Mungkin sedikit jengah, namun lagi-lagi aku terlalu pengecut untuk menerka atau berencana.
Ah, Tuhan…Kau terlalu baik kepadaku, dan semoga sampai nanti.
Kau yang Terhebat dalam hal perencanaan bukan? Aku ikut saja lah. Namun pastinya aku akan berusaha. Berusaha berbahagia dan…. Menjalani semuanya yang menurutku berbeda dari lainnya.
Mungkin, karena aku terlampau spesial.
Aaah, anggap saja begitu.
Kemarin, 28 Maret 2012…
Hari yang menyenangkan. Sekali lagi, Terimakasih.

Selasa, 19 Juli 2011

selamat pagi, pagi.....

Selamat pagi, Pagi...
Salahkah diriku jika memilih untuk menyambutmu jauh lebih awal?
Ah, kurasa tidak.
Tidak sama sekali. Namun mungkin malam akan cemburu kepadamu.
Tak apa. Cemburu merupakan salah satu indikator kita semua masih memiliki rasa bukan?
Aku hanya sedikit ingin berbagi denganmu, Pagi.
Berbagi atas segala asa dan rasa yang secara mengagumkan masih aku miliki.
Dan aku sangat bersyukur mengenai hal itu.
Semoga hatiku masih bisa berusaha peka dan tidak mati rasa.
Karena embunmu masih menyejukkan, dan dinginmu masih lembut untuk menyapa semua tulang-tulangku.
Ah, Pagi...menunggumu membutuhkan kemahiran untuk memahami diksi.
Terkadang sulit membedakan antara fantasi dan emosi.
Atau.... lagi-lagi itu hanya waktu yang selalu mahir memainkan ilusi?
Apapun itu, aku mulai tidak peduli. Ya, aku sungguh tak peduli.

Minggu, 10 Juli 2011

jika aku lebih memilih malam...

Masih teringat jelas saat aku menikmati Pantai Sanur saat malam mulai beranjak separuh waktu. Gelap, dan hanya satu temaram lampu yang menemani. Pasti mereka akan bertanya-tanya, selarut itu? apa yang kau lakukan? tengah malam? Dan jika aku menjawab... menikmati malam. Aah...pasti mereka hanya mengerutkan dahi. Aneh? Ah, kurasa tidak. setiap manusia memiliki cara masing-masing untuk menjalani atau pun menikmati waktu dalah kehidupan fananya ini. Begitu juga aku, kala itu. Ya, itu salah satu malam berkesan yang aku lewati di mana suara deburan, cahaya bulan dan kedip-kedip lampu pesawat sungguh hal terpenting yang aku ingin simpan selama mungkin. Tapi sang waktu tentu saja tidak bisa diajak kompromi.

Sabtu, 09 Juli 2011

pagi ini

Pagi, taukah kau jika terkadang otak ini terasa begitu sempit. Ya sangat sempit sebagai tempat untuk selalu menelaah dan menerka segala arti dalam sepanjang  perjalanan ini. Mungkin terlalu sempit oleh hal-hal yang tidak penting. Penting? atau... tidak? entahlah. lagi-lagi otak yang sempit ini tetap yakin kalau kebenaran di dunia fana ini sungguh nisbi. Belum lagi terasa sesak saat jalur-jalur pikiran ini mengimpulsif dengan kecepatan tinggi ke arah yang tak tentu. Masa lalu, masa sekarang dan masa depan. Hingga mendadak otak ini seperti wartawan saja, yang dengan giat memegang prinsip 5 W 1 H. Who? What? When? Where? Why? dan How?. Hidup memang penuh tanda tanya. misteri.

Minggu, 03 Juli 2011

...

entah sudah berapa puluh malam yang kuhabiskan hanya untuk bertanya. hanya bertanya.
 tak ada hal yang lebih berguna dari itu yang aku perbuat. hingga malam lewat dari paruh waktunya aku memilih untuk tetap terjaga.
malam tidak sepenuhnya sepi rupanya.
suara itu terus ada. rintihan yang aku sudah hapal  tanpa tahu maksud dan makna dibaliknya.
ya. aku tidak tahu apa-apa. karena kau tidak pernah berbagi cerita.
kau bungkam, padahal jelas nyawa itu sudah saatnya kau regang, dan kau perjuangkan dengan semestinya.
apakah hal itu memang kau sengaja?

Kamis, 02 Juni 2011

Tentang 1 Juni 2011 kali ini…

Tentang  1 Juni 2011 kali ini…
Entah sudah sejak kapan aku mulai sulit memejamkan mata di malam hari. Tidur pun selalu menjelang pagi. Kurang baik memang, apalagi untuk aku yang masih berjenis kelamin perempuan. Bad Habit, maybe. Tapi aku menikmatinya, sungguh. Dan aku selalu menunggu pergantian hari pukul 00.00. entah sejak kapan juga aku sangat suka memprediksi apa yang terjadi padaku di hari esok dengan berdiam sejenak pada pukul 00.00. menyelami perasaan dan intuisiku sendiri. Jika aku merasa nyaman, relaks dan tenang berarti hari itu aku akan baik-baik saja. Tapi jika kala itu ada sesuatu yang mengusik dan perasaanku tidak nyaman, berarti hari itu akan aku lalui dengan sedikit mengalami kesulitan. Aneh memang, hari gene masih percaya dengan insting. But I really do that. Cukup membantuku untuk bersikap. Dan saat hari sudah berganti menjadi 1 Juni 2011, perasaanku sungguh paradoks. Aku sedih sekaligus bahagia. Entah karena terlalu seru membaca sebuah novel yang menginspirasi sekaligus membuatku menjadi feeling so blue. Hahahha…lagi-lagi aku menikmatinya. Sangat.

Sabtu, 28 Mei 2011

Masih Sabtu, 28 Mei 2011

Dalam jeda..
Menyimpan memori atas lampu2 kota di bawah sana..
Saat jeda mulai menjelma dalam bentuk lamunan..
Hari kemarin, hari ini, dan tentang hari esok...
Dan mungkin jeda ini mulai terasa bosan..di kala kau hanya memilih diam.
Ah,sepertinya kau tengah menghukumku...atau kau justru memikirkan hal lain...
Seseorang di ujung sana mungkin?
Entahlah...
Yang aku tau....beberapa saat setelah itu...bintang-bintang di atas sana mulai menggodaku
Dan mungkin saatnya aku berpaling kepada mereka demi menikmati jedaku. =)

Sabtu, 28 Mei 2011

everything was so bright when i saw you in white at the first time
and with the same way.... i felt so amazed

subhanallah.....

Minggu, 15 Mei 2011

malam dan suara jangkrik itu..

kunikmati malam ini sendiri,
ya, di kamar 3 x 2,5 meterku aku mulai menyusun kembali akal sehatku
namun masih belum sepenuhnya tuntas
akalku masih saja ricuh dan riuh
pilihan-pilihan itu seakan saling beradu dalam otak kecilku ini
saling mencerca
saling memaki....
ya, aku belum sekuat dan sehebat itu
masih belum.
ah, lagi-lagi aku memerlukan jeda.
namun sudah begitu banyak jeda yang kuminta
dan tampaknya jiwaku sudah mulai muak
muak akan kekalahan...

jeda pun berlalu beberapa detik...dan masih disertai suara jangkrik
ini belum titik, masih koma..katamu kala itu. dan aku baru saja mengingat sepenggal kalimat itu.
aku mau titik. tapi nanti....
saat aku sudah berhasil melewati dan memaknai ribuan atau bahkan jutaan koma...

Senin, 09 Mei 2011

2 hari di Banyuwangi (070511-080511)

Saya sengaja tidak tidur pd hr jumat 060511,,kalau tidur takut kebablas,padahal saya harus naek kreta mutiara timur arah banyuwangi pada pukul 02:30 dini hari. Walaupun badan sudah berasa remuukk ditambah perut saya yg masih tidak beres,,saya berusaha untuk tetap melek. Dan sampai akhirnya saya tiba di STA.KALISETAIL pukul 04.40...alhamdulillah jg saya tidak kebablas. Hhehe baru kali ini saya melakukan perjalanan dini hari menuju banyuwangi sendirian pula. Cepat juga ternyata, skitar 2 jam. rutenya : STA.JEMBER - STA. KALISAT - STA. KALIBARU - STA. SETAIL,,

Sabtu 070511 pagi pun saya sudah tiba di rumah saudara saya di bilangan Pandan, Genteng. Setelah mengantarkan salah satu keponakan ke sekolah saya pun berbelanja bersama tante. Dan saya pun memasak. Memasak tumis kangkung. Hadoo padahal mata dah kriyap kriyip...tapi tak apalah. Usaha..yg penting usaha. Sampai waktu menunjukkan hampir pukul 13:00,,saya harus ke daerah kebondalem, bangorejo. Aih dimana itu? Saya pun baru tau. Hehe...dan saya dituntut segera. Alhasil saya maen ngebut. Kalau ditanya jauh,jawabannya ya bukan jauh. Tapi juauuh. Apalagi sensasi jalan menuju kesana. Wuiiikks... Selain pemandangan suangai puanjang...kita disuguhi jalan yg ampun dah. Saya sampai berpikir..ni pemerintah Banyuwangi apa tidak dikasih alokasi dana u/ perbaikan jalan ya?terutama jalan desa. Apalagi kalau sudah hujan...haduuh,,kasian pengendara motor...untung saya sore itu menumpang mobil sodara karena sodara berbaik hati mengantarkan saya. Setelah kembali ke rumah tante saya langsung melayang padahal posisi saya masih di dapur. Tergeletak di lantai dengan mata merem..tak sampai 2 jam badan saya bentol-bentol gara-gara saya berbaik hati mendonorkan darah saya kepada nyamuk-nyamuk dapur. Baik sekali bukan. Saya pun pindah ke kamar, selimutan, melungker dan melanjutkan bobo. Sampai pagi menjelang...

Minggu 080511 pun tiba. Bisa ditebak, saya mbangkong. Huaaaaa....acara saya di banyuwangi kota jam 09:00. Tetapi keadaan tidak memungkinkan saya untuk terburu-burU. Soalnya tante sekeluarga juga lagi siap-siap ke jember. What?? Saya ditinggal, sendirian dan sebuah motor mio..okeyh, no problemo.
Pendek crita di saat saya harus segera berangkat, motor mio tsb malah susah di starter tangan. Oh my Good cobaan...ngos-ngosan saya starter kaki...maklum motor saya bukan mio. Huhu. Pendek crita lagi menuju Banyuwangi kota saya ngebut..namun juga deg-degan. Jalan ke banyuwangi kota astagaa...grunjel-grunjel tak hanya bokong yang bisa melayang sesaat tapi bisa-bisa nyawa juga melayang kalau tidak hati-hati. Kondisi jalan sudah begitu,,kendaraan yang lain juga tidak kalah cepat, dan banyak kendaraan besar pula. Semoga pemerintah lekas memperbaiki jalan yg ngenes itu. Amin. Fiuuhhh...di banyuwangi pun adaa saja yang terjadi..yang teman dari adek angkatan kecelakaan..astaghfirullah...belum lagi acara yang saya hadiri kurang memuaskan...mana mendung dan hujan...memaksa saya untuk berdiam sejenak menunggu hujan reda. Lumayan ada waktu jeda untuk tidur. Alhasil saya pulang ke Genteng pas maghrib dengan kondisi sudah mulai gelap. Astagaa melewati jalan ngenes malam-malam,sendirian. Sempat disarankan untuk mengambil jalan memutar saja biar lebih aman. Tapi saya pengen cepat. Maka saya pun memilih jalan ngenes. Benar saja...gelaaap apalagi kalau lewat persawahan. Apalagi saya harus extra hati-hati fokus ke jalan yg grunjel-grunjel...sambil komat-kamit baca doa. Sempat saya oleng akibat tak sengaja kena lubang yang agak dalam,,untung tidak jatoh. Alhamdulillah ya Allah...benar-benar bersyukur. Saya merinding sendiri kalau membayangkan saya sampai harus jatuh di daerah tsb. Gelapp..!!!
Saya pun sampai pandan dengan selamat, tapi saya lupa menghidupi lampu ketika berangkat. Alhasil rumah tersebut mirip rumah hantu. Gelap...saya mengurungkan diri untuk masuk. Memilih menunggu orang-orang datang. Untungnya tak berapa lama mereka pun tiba. Sempat istirahat sejenak..sambil menunggu jam 22:00, waktu yang pas untuk berangkat ke STA.KALI SETAIL. Mata udah kriyap kriyep. Eeh skitar pukul 20:15 ada sepupu datang ngajakin ke Jajag..saya pun manut. Di jalan saya kriyap-kriyep hampir kesirep. Singkat cerita saya pun kembali ke Pandan pukul 22:15. Saya packing dengan secepat kilat. Setelah berpamitan saya pun tancap gas menuju stasiun. ''Sudah tidak ada yang ketinggalan?'' saya mantap menjawab TIDAK. Acara ngebut pun kembali terjadi. Kereta saya berangkat pukul 23:00 soalnya. Sampai stasiun pun saya sadar, perkiraan saya meleset. Justru handphone saya ketinggalan. Astagaaa....sempet menghela nafas. Alamat saya besok siang kembali ke banyuwangi lagi untuk ngambil hape. Saya pun menelpon orang Pandan..tapi alhamdulillah mereka sedang perjalanan menuju stasiun. Eitttss....saya tetep deg-deg seeerrr...soalnya stasiun tu jauuhh letaknya dari pandan..skitar 20 menit perjalanan. Padahal waktu sudah menunjukkan pukul 22:45. Tapi alhamdulillah hape sudah ada di tangan,,hhuhu....
Eeeh cerita belom selesai hingga di situ. Sempat sedikit berdebat dengan mas-mas yang duduk di kursi bokingan saya di kereta. Tapi saya sempat tersenyum puas saat masnya pindah. Tapi saya kayaknya kualat deh,pas pemeriksaan karcis kondekturnya rada kurang interest saat tau saya duduk di dua kursi sekaligus..seakan saya tuh kardi..saya sih innocent saja. Yaa...kebetulan beruntung bisa dibokingkan 2 kursi...apalagi saya punya kartu anggota PT.KAI..saya juga menjawab kalau saya turun Jember agar pak kondektur memberi pengertian..ya Alhamdulillah...beliau maklum. Hihi..iya sih..saya memang kardi. Sedikit tapi.

Dan saya menulis tulisan ini di kala perjalanan menuju Jember tercinta. Hmmfth benar-benar 2 hari yang nano-nano. alhamdulillah... Semoga bermanfaat kelak. Jember...saya pulang...

Kereta mutiara timur kisaran 23:50 hingga 00:40 =)




Selasa, 03 Mei 2011

finally

tired and so sleepy.
then...finally...
I desperately need you. huufth

Senin, 02 Mei 2011

Dan kembali berjumpa dengan Senin... =)

Dan dirimu pun kembali menyapa diriku yang <masih> selalu bermain dengan segala pikiran dan imajinasi
Yang aku tahu menghadapimu itu seolah memiliki sensasi tersendiri
Jelas, kau serasa sebuah awal. Awal rutinitas tentunya.
Dan mungkin bisa jadi kau dapat memberikan awal dari sebuah lembaran hidup
Perubahan, misalnya.
I hope so.....
Selamat Pagi, Senin.
Semoga aku akur denganmu. =)

Senin, 25 April 2011

Senin Pagi 250411

Aku suka pagi ini..
Saat cahaya terang itu menerpa wajah dan kesejukan atmosfer pagi mulai mengusik jiwa dan raga yg sering terlena dngan rasa malas ini.

rasanya aq juga terkesima dengan pagi ini
saat rasanya aku mulai asik mengamati apa yg terjadi di setiap pagi, lalu lintas yg mulai ramai. Polisi lalu lintas yg sedang bertugas,,bahkan aku menikmati kekagetanku saat melihat parkiran kampus sepi dan hanya ada satu sepeda saja. Apa aku salah jam,atau memang aku terlalu pagi datang? Dan aku menikmati saat aku secara tak langsung menjadi penguping. Ya,penguping obrolan adek-adek tingkat. Hha,,merasa tak nyambung lagi. Ya sudah beda masa,kurasa. Aku tersenyum dalam hati. Iya, cukup dalam hati takut dikira gila kalau senyum-senyum sendiri nanti.

Aaaah....dan bagian yang aku suka. Saat aku sudah duduk manis di pojok belakang kelas. Tentu saja,aku paling tidak suka duduk di depan. hmm dan aku pun melihat adik tingkat yang terkenal aneh itu. Lelaki aneh, pikirku. Ya sedikit mengenang beberapa waktu lalu,,di saat dia "menolakku". Shock bercampur heran...aiih....mulut ini susah menutup rasanya. Penolakan secara frontal, ekstrim, tanpa basa-basi. Hmmfth. Entahlah daya pikirku rasanya gag nutut kala itu. Biarlah, asal dia bahagia. Dan yang penting aku tidak menganggapnya sebagai suatu penolakan, tapi lebih ke arah respek walaupun arahnya melenceng. daripada tidak pernah berinteraksi sama sekali. ya toh? hahhaha

semuanya pasti terdiri dari 2 sisi. Ada suka begitu pun jg pasti ada duka. Dan duka pagi ini... adalah dosen yang mengajar kuliahku. Aku tidak suka.Ingin hati meminjamkan buku paradoks kepada dosen yang satu ini, biar lebih bisa berakal sehat. Tampaknya merupakan keputusan tepat aku mengambil kursi d belakang, kurasa. Hmm

Selamat Pagi, Senin. =)


Minggu, 24 April 2011

sebuah kamar

"Di kamarku saja..." kurang lebih begitu yang kamu sampaikan.
Entah di dalam hati ini ada sesuatu yang melonjak. Senang. Ya, aku ingin tahu kamarmu...
Rasa penasaranku tak mengecewakan rupanya.
Aku memasuki ruangan berukuran kurang lebih 3x3 meter dengan excited. Mata ini terus saja menyapu seluruh ruangan, melihat dan mengamati setiap sudutnya. Dan tanpa sadar bibir ini pun tersenyum simpul.
Ah, mendadak gila jadinya
Dan, aku pun memberi kesempatan kepada temanku untuk beribadah terlebih dahulu. Salah satu cara untuk mengulur waktu, agar aku bisa menikmati kamarmu.
Sederhana, tapi mengena....
Tempat tidur yang terbuat dari kayu yang memiliki ukuran hampir sama dengan tempat tidurku. Aku nyaman sekali saat duduk di atasnya sambil menyilakan kedua kakiku. Suasana kamar ini membuatku ingin merebahkan diri. Sekali lagi aku melihat ke sekeliling ruangan. Ah, sebagian besar milikmu, kau gantung di tembok sekeliling kamarmu. Tas-tasmu, baju-bajumu, dan perlengkapan kuliahmu. Entah mengapa, tak hanya sekedar digantung. Rapi sekali. Aku iri.
Lagi-lagi aku menghela nafas. Aku krasan di sini...Seolah aku tak bosan menghirup atmosfer kamar ini, layaknya tak bosan aku penasaran kepadamu. Ya, kamarmu mencerminkan dirimu. Sederhana namun dengan caranya sendiri dapat membuat perasaan nyaman.
Ah, aku menyukainya, sekaligus iri tentunya. Karena kamarku kalah rapi dengan kamarmu. hhaha...

Rabu, 20 April 2011

hujan kali ini 200411

hujan kali ini..
saat aku memilih hanya duduk sendiri
mendengar dan merasakan..
air
tanah..
dan jeda ini.
kunikmati dalam lamunan
hanya untukku
ya, jeda ini memang untukku

sudah berganti hari 200411

Masih diiringi oleh lagu Owl City "Alligator Sky"
hhaha tampaknya penyanyi satu ini juga sangat memuja langit...dilihat dari lirik-lirik lagunya yang tidka jauh dari laut, pantai, langit, bulan , bintang, angkasa, matahari...Hmmm mungkin ini salah satu alasan mengapa saya suka sekali. Takjub atas ciptaan dan kuasaNya yang Maha Dahsyat....


Where was I when the rockets came to life
And carried you away into the alligator sky
Even though, I'll never know what's up ahead
I'm never lettin' go, I'm never lettin' go

Uh uh, that's not a plane, that's me
I'm sittin' where I'm supposed to
Floatin' on the cloud, can't nobody come close to
The concrete and the sky switch places
So now my ceiling is painted with cosmic spaces
Firecracker to the moon, keep your eyes shut
Blastin' off like a rocket from the ground up
Heh, I used to catch a cab on the Monday
Now the taxi's sellin' lights on the runway, fly
Condo on the milky way
A house on the cloud and God's my landlord
And for my rent all I pay is my drive
Got that so If you need me you can find me in the alligator sky


Where was I when the rockets came to life
And carried you away into the alligator sky
Even though I'll never know what's up ahead
I'm never lettin' go, I'm never lettin' go

Roller coaster through the atmosphere

I'm drowning in this starry serenade
Where ecstasy becomes cavalier
My imagination's taking me away

Reverie whispered in my ear
I'm scared to death that I'll never be afraid
Roller coaster through the atmosphere
My imagination's taking me away

Uh, now I'mma dance like I never dance
Sing like I never sing, dream like I've never dreamed
Or try to, 'cause we've been lied to
That the sun is somethin' that we can't fly to
Well, I sit on my star and see street lights
Look up, ha, you'll miss me if you blink twice
Imagination is hot and if you got it you can meet me
When you see me in the alligator sky

Where was I when the rockets came to life
And carried you away into the alligator sky?
Even though I'll never know what's up ahead
I'm never lettin' go, I'm never lettin' go

Where was I when the rockets came to life
And carried you away into the alligator sky?
Even though I'll never know what's up ahead
I'm never lettin' go, I'm never lettin' go
In the alligator sky...



Subhanallah. Saya sering berimajinasi di mana saya bisa melihat langit luaaaass penuh bintang, full moon. atau kilauan aurora penuh warna di Kutub Utara sana. Hmmm...atau menikmati langit jingga kala senja. Aaah....Saya terlalu memuja langitMu Ya Allah....dan benar-benar tergila-tergila

Selasa, 19 April 2011

09.00 PM - 12.00 AM

Seharian tidak kluar rumah, namun kayaknya ada yang kurang kalau tak kluar rumah... hhaha.  Dan saya teringat dengan janji saya kepada Arin <pacar Arul> untuk beli burger bareng. Saya pikir sepertinya saya urungkan saja niat untuk beli burger karena di luar tengah turun hujan. namu menjelang pukul 9 hujan mulae reda dan Arul sms nanya apa jadi beli burgernya. saya pun menjawab "oke,,jadi..."
Singkat cerita kami berempat : Saya, Arul, Arin dan Syafi'i meluncur ke depan dobleway unej. Tampaknya jalanan lebih sepi dari biasanya, padahal baru jam 9. Eh itu dah malam atau gara-gara abis hujan jadi orang males kluar sangking dinginnya yaa....
Entah deh yang pasti kami ingin menikmati burger jamur malam ini...Hohohohooh
4 burger kami pesan : 3 burger telor dan 1 burger keju. Waaa......

Arul and Ariin
Doble way Universitas Jember
Setelah itu kami memutuskan untuk memakannya di kedai Gubug. Hmmm....sayapun mulai membayangkan mocca float favorit saya. akhirnya beli jugaaa...setelah terakhir kali ke sana kira-kira 1 bulan yg lalu. Entah suasana malam yg dingin usai hujan yang membuat perasaan serasa melow, saat itu pas denge rlagu john mayer diputar dalam hati jadi malah tambah melow. hhuhuhuhuhu. kami berempat pun saling bercengkrama. tapi kayaknya kok saya yg jadi sering curhat. haduuuu beneran ni gara-gara efek melow. haiiisssh.......entahlaaah. hingga waktu pun menunjukkan pukul sebelas malam. hmmm..its time to go home.....tapiii.....engga disangka Arin mengajak untuk ke Pasar Tanjung. Pasar Tanjung merupakan salah satu pasar tradisional di Jember. Dan juga mungkin terbesar di Jember....Hmmmm kesempatan belanja nih, pikir saya. Secara saya tidak pernah pergi ke pasar malam-malam begini, hampir tengah malam malahan. hahaha. Dan saya pun memutuskan untuk ikut. Saya pengen belanja. dan pengen masak. hahahha. 
Kami pun sampai. Kami menuju ke sebuah jalan kecil disamping bangunan pasar yang memang terkenal sebagai tempat sayur-mayur dijual. Benar saja...pada waktu hampir tengah malam pun mereka sudah siap dengan barang dagangan mereka. berjejer-jejer, sampai rela tidur beralas seadanya di samping dagangan mereka. Buat apa? Jela sbuat menunggu pembeli, mungkin. Haa?? tengah malam begini?? sampai kapan?? sampai esok pagi jelasnya. Saya tertegun. Wow....! Perjuangan, pikir saya. Kami pun berjalan menelusuri jalan tersebut. Dan pilihan kami pun tertuju pada sayur kangkung. dengan harga Rp 1000,- masing-masing dari kami dapat membawa 4 ikat kangkung. Lagi-lagi saya heran bercampur bengong. Wow hanya Rp 1000,-. Saya berasa jadi orang paling cupu di pasar. Setelah itu saya membeli tempe dengan harga 500 rupiah perbiji. saya pun beli 2. lagi-lagi say aheboh dalam hati. Wow! jadi say abelanja cuma habis 2000 rupiah. itupun bisa buat makan pagi mungkin juga sampai makan siang. Wow. murah banget. Sedangkan Arin hanya habis 8500 yakni : 4 ikat kangkung, 1 buah tempe seharga 500, lombok, dan ikan pindang seharga 5000. itu untuk 2 orang Arin dan Arul. Wow. haduu sumpah berasa cupu. Heeey..ke mana saja sih saya selama ini. kok baru tau. huhuhuhu. Alhasil kayaknya ini menjadi pengalaman pertama saya juga deh, belanja di pasar tanjung tengah malem >,<




Hmm.....di suasana pasar malam ini, saya pun berpikir. demi keuntungan yang tidak seberapa mereka rela melawan dinginnya malam. Mereka rela tidur dengan ala kadarnya tanpa khawatir masuk angin, bahkan tidak tidur sekalipun sampai pagi menjelang.....Lagi-lagi saya mendesah. Hhhaah....LIFE.

Perjuangan di segala aspek, apapun, kapanpun, dan di manapun.

Alhamdulillah.. =)

Sabtu, 16 April 2011

Sabtu ini 160411

Right
mereka sama sepertiku. silau akan pesonamu, dan nada optimismu.
namun apakah hanya sekedar itu?
entahlah. karena bersamamu mungkin akan berkesan tabu.
sudahlah...kuserahkan semuanya kepada waktu.


Red
Ah aku menikmati hujan kali ini, begitu pun juga langitnya. Gradasi langit yg buatku tersenyum.
Begitupun saat pantai menjadi pilihan yg lebih baik, menurutmu.
"pantai dari jauh atau dekat tetap bisa terlihat bagus, dan kita bisa melihat sekaligus menikmati keindahannya saat kita berada di sana..." kurang lebih begitu opini yang kau sampaikan saat meladeni celotehanku di kala menunggu hujan berlalu.

dan dari benda-benda langit yang kusebut dalam celotehku, kau ternyata memilih matahari. Aaah.....benar-benar sesuai kepribadianmu kurasa.


Selasa, 12 April 2011

Ya, sekarang hari Senin : tentang Senin yang baru saja lewat (110411)

Ya, sekarang hari Senin, 
di mana kantuk lebih sering mendominasi di pagi hari.
Ya, sekarang hari Senin, 
saat aku mulai gelisah tentang suatu masa yang harus kuhadapi di depan sana. 
Masa yang harus dan wajib aku lewati dengan penuh keberanian dan tanggung jawab.
Aaah dan hari ini masih tetap Senin. 
Ya, aku masih di sini, masih berdiri....namun mulai bingung mencari tempat bersandar. 
Setidaknya aku sudah berusaha untuk tegak berdiri, walau bisikan-bisikan itu selalu menggoda imanku.
Dan masih Senin rupanya, saat aku mulai bimbang untuk melangkah. 
Jelas saja kalian tau, bimbang itu tidak enak! 
Menyiksa....apalagi kalau lebih melibatkan perasaan.
Hmmm...Akhirnya Seninku pun diguyur hujan. 
Namun dalam hati  masih berharap hujan kali ini mau berbagi waktu denganku. 
Ya, waktuku untuk bermain sejenak. 
Dan tibalah Senin di malam hari. 
Ketika tertipu itu lebih menggemaskan daripada mencubit pipi seorang bayi. 
Membuatku terkaget sejenak dan kemudian larut dalam gelak tawa. 
Tawa ini mengolok kebodohanku rupanya. 
Tak apa lah, karena dengan itu aku pun terbawa ke satu suasana. 
Suasana penuh kabut, dingin, gelap dan hampa. 
Cocok sekali dengan suasana hati. 
Namun bak rollercoaster, semua itu terasa begitu cepat. 
Dalam sekejap saja, mata ini mulai melihat lampu-lampu itu bermunculan. 
Remang-remang di celah kabut malam. 
Aaah....aku terpesona. 
Dan kau tau Senin, di penghujung waktumu aku semakin linglung.
Lagi-lagi hal itu menyisakan waktu untuk berpikir. 
Bukan sejenak...tapi justru lebih dalam. 
Aku tersadar, betapa rasa ini sangat membahagiakan. 
Hingga aku pun tak ingin waktu berlalu, karena kesan ini sudah terpaku, dan mungkin saja suatu saat nanti aku mulai terusik oleh rindu.
Rindu kamu.

Ya, sekarang hari Senin. 
Senin yang kunikmati sepenuh hati. 
Dan aku tak peduli soal apa yang akan terjadi nanti.

Alhamdulillah... =)


Minggu, 10 April 2011

Hari Minggu 100411 dan D'VoiLe

Hari ini hari minggu...!!! yuhuuu.....pasti kebanyakan orang akan memanfaatkan moment weekend ini untuk bersantai, istirahat, refreshing, dan menghabiskan waktu di rumah bersama keluarga. Tapi hari ini ternyata ada 2 jadwal yang menanti saya. hmmm.....tapi tidak apa-apa. 2 jadwal saya kali ini benar-benar spesial.

Jadwal saya yang pertama adalah menjenguk dosen peminatan saya yang baru melahirkan anak kelimanya. Waaaah.....senengnyaa.....^^. Sebelum berangkat saya dan teman-teman satu peminatan Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku ngumpul lebih dulu tentunya. eh plus 1 orang dari anak Epidemiologi yakni si Ndok Nisa hhe. Setelah itu kita pergi buat beli kado. Ya ampun ngliat barang-barang anak bayi di hati pun jadi pengeeeeen banget punya bayi. hha tapi yang jelas tunggu suaminya dolo yak. haghaghaghag..... XD dan yippiiee....diputuskan untuk membeli gendongan bayi,,sepasang baju dan sarung tangan. huuu so sweeet....^^. Seneng aja pagi ini,,rame-rame di rumah dosen yang bener-bener baeeeeek banget. Hmm..bener-bener bikin mupeng pasangan bapak dan ibu dosenku ini. keren. sama-sama baek...Subhanallah. Semoga bisa seperti mereka kelak. amin. ^^ Kami pun bercengkrama akrab. Haaah tp saat itu say alapar sekali, hhha. tapi tak apa lah. setelah itu saya dan teman-teman beli bakso mercon. suiiip maknyoooss..

Okeyh masuk jadwal yang kedua.ke rumah Diniii...sama Friska, Nisa, Intan & Syamsi. Kita mau belajar bareng berkreasi jilbab a.k.a pasmina. huiiks say aexcited sekali. Setelah mencomot puding coklat nyummy kami pun mulai belajar. Eh ternyata Mbak Nieka ulang tahun. ohohoho. Paaas banget. Setelah beberapa saat melihat video tutorial kami pun sibuk dengan pasmina masing-masing. Ada yang kebingungan,,ada yang serius liat kaca. hhhahaha lucu. Dan voila! setelah sedikit berjuang, saling membantu dan bolak-balik ngaca kami pun berhasi berkreasiii...

Ki-Ka : Syamsi, Friska, Intan, Saya, Anisa

Ki-Ka : Syamsi, Friska, Intan, Saya, Dieni
tuu kaaan lucuu. dan bisa di tebak kami semua bernarsis ria. Mulai dari foto satu per satu, sampai foto berpasangan. Hahahha...sudha tua begini masih saja gila foto. eiiittss..tentu engga salah dong yaa....yang penting tetap positif. Hehhehehe. Hmmm keinginan untuk membuat sebuah kelompok hijab sepertinya bakal terkabulkan. Hehehhe. Setelah puas foto-foto jelas ada keinginan untuk upload facebook. Namun di awal sempat bingung menamakan kami ini kelompok apa. Yaa setidaknya kami mengkiblat pada The Hijabers, namun tentunya bakal lebih oke kalau kami punya nama sendiri juga doong. Setelah berdiskusi dan sempet search di internet akhirnya saya dan dien sepakat memeberi nama D'Voile. Voile sendiri arinya berjilbab dalam bahasa Prancis. Dan menurut kami berdua , kata itu cuku plucu untuk dijadikan nama kelompok. bismillah semoga kami bisa tetap bisa berkreasi, dan terus berkegiatan yang positif dengan tujuan meningkatkan akhlak juag bisa berusaha menjadi yang lebih baik. Amiin... ^^